Hubungan Faktor Ibu Dengan Pemberian Mp-Asi Pada Bayi Usia Kurang Dari 6 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Kampar Kabupaten Kampar
Keywords:
MP-ASI, Status Ekonomi, Peran Petugas KesehatanAbstract
Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) dianjurkan diberikan kepada bayi setelah berusia lebih dari 6 bulan karena pada usia tersebut sistem pencernaan dan sistem kekebalan tubuh bayi telah berkembang lebih baik, sehingga mampu menerima makanan pendamping dan mengurangi risiko terjadinya alergi terhadap makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian MP-ASI pada bayi usia kurang dari 6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kampar, Kabupaten Kampar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional study. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki bayi berusia 6–8 bulan. Sampel penelitian berjumlah 33 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling, yaitu seluruh ibu yang membawa bayinya ke Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) pada saat penelitian berlangsung. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara, kemudian diolah dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara status ekonomi (p = 0,930), tradisi atau budaya (p = 0,413), serta peran tenaga kesehatan (p = 0,051) dengan pemberian MP-ASI pada bayi usia kurang dari 6 bulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa status ekonomi, tradisi atau budaya, dan peran tenaga kesehatan tidak berhubungan dengan pemberian MP-ASI pada bayi usia kurang dari 6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kampar, Kabupaten Kampar.